Kamis, 27 Desember 2012

Makalah Tafsir


KATA PENGANTAR


          Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah Swt. atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas kelompok ini dengan baik. Makalah yang berjudul Aktivitas ekonomi bagian dari akidah ini kami susun dengan segenap kemampuan yang kami miliki. Terima kasih kepada Drs. Tarmizi, M. Ag. selaku dosen pengampu mata kuliah Tafsir Ayat-ayat Ekonomi 1 yang telah membimbing kami sehingga tugas ini dapat terselesaikan.
             kami berharap semoga materi dalam makalah ini dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua yang masih jauh dari sempurna. kami menyadari penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi membangun kesempurnaan tugas ini untuk kedepannya.






Metro, 30 September 2012




Penyusun




 BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang keadaan sosial  masyarakat dalam mencapai semua kebutuhan hidupnya. Kegiatan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, karena menusia untuk mempertahankan hidupnya harus menempuh berbagai macam kegiatan ekonomi. Di dalam Islam kegiatan ekonomi harus sesuai dengan rambu-rambu yang telah islam berikan, agar tidak lepas dari akidah yang benar.
Berbicara tentang akidah, maka tidak terlepas dari keimanan. Di mana akidah itu menjadi pegangan yang kuat bagi hidup manusia. Sebagai seorang muslim sejati, hendaknya segala aktifitas kita, termasuk kegiatan ekonomi harusnya tetap dalam koridor yang telah islam tetapkan. Agar kita tetap mendapat ridho illahi dan memperoleh rezeki yang berkah.

2.      Rumusan masalah
a.       Apa hubungan aktifitas ekonomi dengan akidah?
b.      Bagaimana ekonomi yang benar dan sesuai dengan akidah Islami?
c.       Seberapa penting akidah bagi kelangsungan ekonomi?
d.      Langkah apa yang harus dilakukan untuk menjaga akidah kita dalam aktifitas ekonomi?
e.       Apakah kegiatan ekonomi di Indonesia sudah sesuai dengan akidah Islami?









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Ayat-ayat yang terkait

1.      Surat Al-Baqarah Ayat 155

Nä3¯Ruqè=ö7oYs9ur &äóÓy´Î/ z`ÏiB Å$öqsƒø:$# Æíqàfø9$#ur <Èø)tRur z`ÏiB ÉAºuqøBF{$# ħàÿRF{$#ur ÏNºtyJ¨W9$#ur 3 ̍Ïe±o0ur šúïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÎÈ  

155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

a.       Tafsir Mufradat
Menurut Hasbi Ash-Shiddiqy dalam buku tafsirnya, ia menjelaskan bahwa kata الضَّبِرِ ىْنَ artinya Sabar. Orang-orang yang sabar akan senantiasa diuji oleh Allah. Dan ujian itu ditujukan agar kesabaran manusia bertambah. Sekaligus menguji keimanan seseorang.
Seperti pendapat ash-Shiddiqy di atas, bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian itu sangat penting. Sabar dalam menghadapi segala problematika ekonomi.

b.      Asbab An-Nuzul: --

c.       Kandungan ayat
Dari pendapat ash-shiddiqy tersebut, kandungan ayat ini adalah:
Ujian yang diberikan kepada manusia adalah untuk melatih kesabaran manusia itu sendiri. Kesabaran dalam menghadapi kegagalan dalam usaha, kekurangan makanan, dan problem lain dalam kegiatan ekonomi. Orang yang mengerti tentang akidah islam, tentu akan bersabar dengan sebenar-benarnya, dan yakin bahwa itu semua adalah takdir Allah yang bertujuan untuk menguji kekuatan iman seseorang. mereka akan tatap berjuang di jalan Allah, dan tidak pernah putus asa. Karena mereka yakin bahwa jika mereka sabar dalam menghadapi ujian-ujian itu, mereka akan mendapat kebahagiaan yang sejati.

2.      Surat Al-baqarah Ayat 177
* }§øŠ©9 §ŽÉ9ø9$# br& (#q9uqè? öNä3ydqã_ãr Ÿ@t6Ï% É-ÎŽô³yJø9$# É>̍øóyJø9$#ur £`Å3»s9ur §ŽÉ9ø9$# ô`tB z`tB#uä «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# Ïpx6Í´¯»n=yJø9$#ur É=»tGÅ3ø9$#ur z`¿ÍhÎ;¨Z9$#ur tA#uäur tA$yJø9$# 4n?tã ¾ÏmÎm6ãm ÍrsŒ 4n1öà)ø9$# 4yJ»tGuŠø9$#ur tûüÅ3»|¡yJø9$#ur tûøó$#ur È@Î6¡¡9$# tû,Î#ͬ!$¡¡9$#ur Îûur ÅU$s%Ìh9$# uQ$s%r&ur no4qn=¢Á9$# tA#uäur no4qŸ2¨9$# šcqèùqßJø9$#ur öNÏdÏôgyèÎ/ #sŒÎ) (#rßyg»tã ( tûïÎŽÉ9»¢Á9$#ur Îû Ïä!$yù't7ø9$# Ïä!#§ŽœØ9$#ur tûüÏnur Ĩù't7ø9$# 3 y7Í´¯»s9'ré& tûïÏ%©!$# (#qè%y|¹ ( y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd tbqà)­GßJø9$# ÇÊÐÐÈ  

177. bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. 

a.       Tafsir Mufradat
Menurut Ash-Shiddiqy dalam tafsir An-Nuur kata آلْمُتَقُوْ نَ artinya orang yang bertaqwa. Arti taqwa di sini yaitu orang yang telah menjadikan adanya perlindungan antara dirinya dengan kemurkaan Allah, dengan cara menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.
Menyetujui pendapat di atas, taqwa dalam surat ini yaitu menjauhi segala perbuatan yang dilarang Allah, dan melaksanakan semua perintahnya. Memilih jalan yang allah sukai. Selalu mengingat Allah dalam segala aspek hidupnya.

b.      Asbab An-Nuzul
Qatadah berkata, “orag-orang Yahudi mendirikan shalat dengan menghadap kearah barat, sedangkan orang-orang Nasrani mendirikan shalat dengan menghadap ke timur,” maka turunlah ayat ini (HR. Abdurrazak)

c.       Kandungan Ayat
Dalam ayat ini, telah dijelaskan bahwa orang yang bertaqwa itu bukan dilihat dari menghadap mana ia shalat, tapi dilihat dari perbuatan mereka. Orang yang bertaqwa akan selalu mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Akan selalu mengimplementasikan keimanannya dengan baik. Jika  dilihat dari aspek ekonomi, orang yang bertaqwa akan memilih jalan ekonomi yang sesuai dengan koridor Islam dan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kegiatan ekonomi yang dilarang oleh Allah Swt. Tidak lupa infak dan membayar zakat serta memanfaatkan hartanya sesuai ketentuan Allah.


3.      Surat Az-Zariyat ayat 56
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ  
56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
a.       Tafsir Mufradat
Menurut Quraish Shihab dalam buku tafsirnya, kata لِيَعْبُدُوْنِ  berarti ibadah, ibadah di sini adalah menyembah Allah. Mengerjakan semua yang Allah perintahkan, dan tidak menyembah yang lain kecuali Allah.
Menanggapi pendapat di atas, kita dapat memahami bahwa sebagai makhluk Allah kita harus beribadah kapada-Nya, karena itu lah tujuan Allah menciptakan manusia dan juga makhluk yang lainnya.

b.      Asbab An-Nuzul:----

c.       Kandungan Ayat
Ayat di atas sebenarnya memiliki makna yang luas, namun kita coba mencari kandungan dalam aspek ekonomi. Yang kita harus garis bawahi adalah masalah ibadah. Bagaimana hubungannya dengan ekonomi? Perlu kita ketahui bahwa dalam bekerja kita tidak hanya sekedar untuk mencari rezeki untuk menafkahi keluarga. Tetapi ada unsur ibadah di dalamnya. Bagaimana tidak, selain dihitung sabagai kewajiban, menafkahi keluarga juga termasuk dalam sedekah. Asalkan bekerja dengan iklas dan niat karena Allah, maka itu akan dihitung ibadah. Yang tidak kalah penting agar kegiatan ekonomi kita juga dihitung ibadah yaitu cara atau jalan kita untuk mencari rezeki. Hendaknya dengan jalan yang telah Allah perintahkan.

4.      Surat Al-Imran Ayat 92
`s9 (#qä9$oYs? §ŽÉ9ø9$# 4Ó®Lym (#qà)ÏÿZè? $£JÏB šcq6ÏtéB 4 $tBur (#qà)ÏÿZè? `ÏB &äóÓx« ¨bÎ*sù ©!$# ¾ÏmÎ/ ÒOŠÎ=tæ ÇÒËÈ  
92. kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.

a.       Tafsir Mufradat
Menurut Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah, kata البرْ pada mulanya berarti “keluasan dalam kebajikan”. Kebajikan mencakup semua bidang, termasuk keyakinan yang benar, niat yang tulus, serta tentu saja termasuk menginfaqkan harta dijalan Allah. Allah juga mensejajarkan al-bir dengan at-taqwa dan menghadapkannya dengan dosa.
Dalam menanggapi penafsiran dari kata al-bir ini, kita lihat dari pendapat Quraish Shihab. Kebajikan yang sempurna yaitu kebajikan yang apa bila seseorang melakukanknaya harus dengan hati yang ikhlas. Termasuk sedekah, hendaknya sedekah atau infak yang kita keluarkan adalah sesuatu yang sangat kita cintai, dan kita ikhlas memberikannya.

b.      Asbab An-Nuzul
Menurut Anas bin Malik, ayat ini diturunkan sehubungan dengan Abu Thalah, seorang sahabat Anshar yang terkaya di Madinah yang menyumbangkan harta barupa tanah bairukha untuk kepentingan agama Islam.

c.       Kandungan Ayat
Dalam ayat ini dijeaskan mengenai kebajikan, yang dalam artian kebajikan yang sempurna. Seseorang belum dikatakan sempurna kebajikannya jika belum mengorbankan apa yang dicintainya. Termasuk dalam hal ekonomi, infak atau sedekah merupakan hal yang seharusnya dikeluarkan oleh setiap muslim. Karena itu akan membuat kebajikan seseoarang sempurna dan bertambah kecintaannya kepada Allah Swt. Seseorang yang ingin sempurna kebajikannya akan meninggalkan hal-hal yang berbau dosa dan maksiat.


5.      Surat Hud Ayat 6
* $tBur `ÏB 7p­/!#yŠ Îû ÇÚöF{$# žwÎ) n?tã «!$# $ygè%øÍ ÞOn=÷ètƒur $yd§s)tFó¡ãB $ygtãyŠöqtFó¡ãBur 4 @@ä. Îû 5=»tGÅ2 &ûüÎ7B ÇÏÈ 
6. dan tidak ada suatu binatang melata[1]pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

a.       Tafsir Mufradat
Kata رِزْقُهَا yang artinya rizqi pada mulanya, sebagaimana ditulis oleh pakar bahasa Arab Ibnu Faris, berati pemberian untuk waktu tertentu. Kemudian berkembang menjadi pangan, pemenuhan kebutuhan, hujan dan lain-lain. Sementara para pakar membatasi pengertian rizqi pada pemberian yangbersifat halal, sehingga yang haram tidak termasuk rizqi.
Dari kedua pendapat di atas kita dapat memahami hakekat rizqi yang benar. Kita harus tahu bahwa rizqi yang tersebar di dunia ini bukan saja untuk manusia, tetapi untuk makhluk Allah yang lain, termasuk binatang. Kemudian untuk rizqi yang halal dan yang haram dapat kita artikan bahwa rizqi yang haram itu tetap saja disebut rizqi. Hanya saja rizqi yang haram itu adalah rizqi yang tidak berkah sedangkan yang halal itu rizqi yang berkah.

b.      Asbab An-Nuzul:---

c.       Kandungan Ayat
Kandungan ayat dalam surat ini yaitu semua makhluk Allah telah diatur rizqinya oleh Allah. Kita harus menerima semua rizqi yang telah Allah karuiakan dan mensyukurinya. Rizqi yang ada di bumi ini tidak hanya untuk manusia saja, melainkan untuk makhluk Allah yang lain seperti binatang. Kita hendaknya tidak semena-mena menggunakan sumber daya yang ada, sehingga membuat kehidupan binatang menjadi terusik. Sebagai orang yang telah mengetahui islam, hendaknya kita memilih rizqi yang berkah, agar hidup kita juga menjadi berkah.

6.      Surat Al-An’am Ayat 151
* ö@è% (#öqs9$yès? ã@ø?r& $tB tP§ym öNà6š/u öNà6øŠn=tæ ( žwr& (#qä.ÎŽô³è@ ¾ÏmÎ/ $\«øx© ( Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $YZ»|¡ômÎ) ( Ÿwur (#þqè=çFø)s? Nà2y»s9÷rr& ïÆÏiB 9,»n=øBÎ) ( ß`ós¯R öNà6è%ãötR öNèd$­ƒÎ)ur ( Ÿwur (#qç/tø)s? |·Ïmºuqxÿø9$# $tB tygsß $yg÷YÏB $tBur šÆsÜt/ ( Ÿwur (#qè=çGø)s? š[øÿ¨Z9$# ÓÉL©9$# tP§ym ª!$# žwÎ) Èd,ysø9$$Î/ 4 ö/ä3Ï9ºsŒ Nä38¢¹ur ¾ÏmÎ/ ÷/ä3ª=yès9 tbqè=É)÷ès? ÇÊÎÊÈ  
151. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu Yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)

a.       Tafsir Mufradat
Kata حَرَمَ  yang artinya haram, dalam ayat di atas  diartikan sebagai larangan dari Allah Swt. Ketentuan itu adalah dari Allah, dan ketentuan itu harus ditaati. Di dalamnya terdapat beberapa larangan yang harus di jauhi, agar hidup manusia selalu berada dalam ridho illahi.
Yang harus kita garis bawahi dalam ayat ini adalah larangan dari Allah Swt.  Kata حَرَمَ yang artinya haram di atas juga termasuk perintah dari Allah, agar kita menjauhi sesuatu yang haram/dilarang oleh Allah tersebut. Kemudian melaksanakan perintah-perintah-Nya.

b.      Asbab An-Nuzul:---

c.       Kandungan Ayat
Dalam ayat ini Allah Swt. telah memberikan penjelasan tentang beberapa yang diharamkan atau yang dilarang. Kita semua diperintahkan untuk menjauhi lerangan tersebut. Karena jika kita menjauhi larangan tersebut, hidup kira akan menjadi berkah dan selalu dalam ridho-Nya. Menjauhi perbuatan keji yang nampak dan tersembunyi maksudnya ialah, bahwa yang nampak di sisni misalnya mencari rizqi dengan cara merampok, mancuri dan lain-lain. Kemudian yang tidak nampak seperti menipu. Perkara-perkara larangan itu ditujukan agar kita dapat memahaminya, dan selalu berhati-hati dalam bekerja untuk mencari rizqi.

7.      Surat Al-Isra’ ayat 31
Ÿwur (#þqè=çGø)s? öNä.y»s9÷rr& spuô±yz 9,»n=øBÎ) ( ß`øtªU öNßgè%ãötR ö/ä.$­ƒÎ)ur 4 ¨bÎ) öNßgn=÷Fs% tb%Ÿ2 $\«ôÜÅz #ZŽÎ6x. ÇÌÊÈ  
31. dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.
  
a.       Tafsir Mufradat
Kata تَقْتُلُوْا yang artinya membunuh, ditafsirkan sebagai larangan. Allah menciptakan makhluknya dengan segala ketentuan. Seperti hidup, mati, juga rizqinya. Oleh karena itu kita dilarang membunuh karena takut miskin.
Mari kita perhatikan secara detail. Allah melarang kita untuk membunuh, karena benar menusia telah ditentukan rizqinya oleh Allah. Seorang anak adalah amanah yang harus dijaga, bukan disia-siakan. Karena mambunuh adalah dosa yang besar.

b.      Asbab An-Nuzul:---

c.       Kanduangan ayat
Di atas sudah jelas bahwa Allah melarang kita membunuh anak-anak kita. Karena Allah telah menanggung rizqinya. Hidup, mati, dan juga rizqi telah Allah gariskan. Seharusnya kita menjaga anak-anak kita dengan sebaik-baiknya, dan menjadikan mereka motivasi untuk mencari rizqi, bukan merampas hidupnya karena ketakutan akan kemiskinan. Allah akan memberikan jalan rizqi kepada setiap orang yang mau berusaha. Kita harus ingat bahwa dengan membunuh anak kita, bukan berarti kita akan mudah mencari rizqi, bisa jadi kita akan tambah susah karena dosa besar yang telah kita lakukan.

B.     Munasabah Ayat
Dalam surat al-baqarah ayat 155 ini allah memberikan ujian kepada manusia agar mereka bersabar. Bersabar dalam menghadapi kegagalan dalam berusaha, kekurangan bahan makanan dan lain-lain. Harusnya kita tidak putus asa dalam menghadapi kegagalan dan tidak menyalahkan takdir.
Kemudian dalam ayat 177  dijelaskan bahwa orang yang sabar akan senantiasa meningkatkan keyakinannya dan ketaqwaannya kepada Allah. Menjauhi segala perbuatan dan pekerjaan yang dilarang Allah. Sehingga ketaqwaannya akan bertambah tinggi. Yang dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 telah Allah jelaskan bahwa manusia dan jin diciptakan untuk beribadah. Orang yang bertaqwa akan mengimplementasikan keimanannya dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam ekonomi. Ia akan menganggap bahwa pekerjaan yang ikhlas termasuk ibadah. Sehingga ia akan mencari rizqi dengan jalan yang halal.
Selanjutnya dalam surat al-imran ayat 92, bahwa ibadah  yang baik akan berpengaruh pada tingkah laku manusia, di mana akan membentuk kebajikan. Kemudian kebajikan yang sempurna akan membuat orang manjadi tentram. Mereka akan suka menolong sesama, dan memberikan sesuatau yang baik. Sehingga Allah akan memberkahi semua rizqi yang ia peroleh.
Seperti dalam surat al-hud ayat 6 bahwa rizqi yang baik adalah yang diperolah dengan jalan yang halal (diridhoi Allah). Orang yang beriman akan mengerti bahwa rizqi yang ada di bumi ini juga diperuntukan untuk makhluk lain termasuk binatang. Sehingga mereka akan menjaga kelangsungan hidup lingkungan.
Allah pun telah menjelaskan tentang larangan atau sesuatu yang diharamkan dalam surat al-an’am ayat 151. Orang yang memiliki akidah yang baik akan senatiasa menjauhi larangan itu dan melaksanakan semua perintah-Nya. Karena larangan itu jika dikerjakan akan dihitung dosa. Kemudian diperjelas dalam surat al-israa’ ayat 31, bahwa yang termasuk dosa (besar) salah satunya adalah membunuh. Kita dilarang membunuh anak-anak kita, karena mereka juga memiliki hak untuk hidup. Allah telah menentukan rizqi untuk anak-anak kita. Oleh karena itu kita dilarang membunuhnya. Seharusnya sebagai seorang muslim hendaknya kita jadikan anak-anak kita sebagai motivasi untuk mencari rizqi yang halal dan diberkahi oleh Allah SWT.








BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
1.      Aktitifitas Ekonomi memiliki hubungan yang erat dengan akidah, orang yang memiliki akidah Islami yang kuat akan selalu melibatkan peranan Allah dalam setiap kegiatan ekonominya.
2.      Ekonomi yang benar menurut akidah Islam adalah mencari rizqi dengan jalan yang halal dan selalu berpegang teguh pada ajaran Islam. Suka membantu sesama dalam bentuk sedekah, infak dan lain-lain untuk kelancara usahanya.
3.      Akidah memiliki peranan yang sangat penting dalam kelangsungan ekonomi. Karena Allah akan meridhoi orang-orang yang bereda di jalan-Nya, dan murka pada mereka yang keluar dari jalur Islam. Orang yang memiliki akidah yang baik tidak akan bekerja yang dapat merugikan orang lain, bahkan akan selalu mempertimbangkan kehidupan sesama dalam pekerjaanya.
4.      Langkah yang harus kita lakukan agar akidah kita tetap terjaga dalam kegiatan ekonomi yaitu:
a.       Memperhitungkan aturan-aturan yang telah Allah tentukan.
b.      Menjauhi pekerjaan yang membuat kita jauh dari Allah.
c.       Selalu bersabar dalam menghadapi segala ujian dan kegagalan.
5.      Jika kita perhatikan kegiatan ekonomi di Indonesia belum sesuai dengan akidah islami. Seperti yang kita ketahui bahwa negara kita bukan negara yang berdasarkan Idiologi Islami. Masih banyak penipuan, korupsi para pemimpinnya, banyak pencurian dan lain-lain yang tidak mencerminkan akidah Islami. Oleh karena itu sebagai generasi muda, marilah kita tanamkan dalam diri kita untuk melibatkan akidah yang islami dalam aktivitas ekonomi kita.

DAFTAR PUSTAKA

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-misbah, Jakarta: Lentera Hati, 2002
M. Hasbi Ash-Shiddiqy, Tafsir An-Nuur, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2006
http://user6.nofeehost.com/alquranonline/alqurantafsir



[1] Yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa

0 komentar:

Poskan Komentar