Random Posts

randomposts

Kamis, 25 April 2013

Manajemen Dana Bank


BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa memerlukan pola pengaturan pengolahan sumber-sumber ekonomi yang tersedia secara terarah dan terpadu serta dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lembaga keuangan, khususnya lembaga Perbankan mempunyai peranan yang amat strategis dalam menggerakkan roda perekonomian suatu Negara. Karena Bank merupakan perantara keuangan masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatannya, suatu bank harus melakukan manajemen dana untuk mencapai kesuksesan. Sebagai lembaga keuangan Negara, bank memerlukan modal dana yang besar. Tentunya dana tersebut bukan hanya berasal dari bank itu sendiri, melainkan dari beberapa sumber dana. Modal dari berbagai sumber dana yang berhasil dihimpun bank tersebut, kemudian dialokasikan secara tepat. Sesuai dengan rencana, dengan memperhatikan kebijaksanaan yang telah ditentukan.

2.    Rumusan Masalah
a.    Apa yang dimaksud dengan manajemen dana Bank?
b.    Dari mana saja sumber dana bank?
c.    Apa tujuan pengalokasian dana bank?

3.    Tujuan
a.    Untuk memahami manajemen dana bank.
b.    Untuk mengetahui darimana saja sumber-sumber dana bank.
c.    Agar memahami tujuan pengalokasian dana bank.


BAB II
PEMBAHASAN

1.    Sistem Manajemen Dana Bank
kunci dari keberhasilan Manajemen Bank adalah bagaimana bank tersebut bisa merebut hati masyarakat. Sehingga peranannya sebagai financial intermediary[1] berjalan dengan baik. Bank merupakan perantara keuangan masyarakat yaitu perantara dari mereka yang kelebihan uang dengan mereka yang kekurangan uang. Jika peranan tersebut berjalan dengan baik, barulah bank dapat dikatakan sukses.[2]
Kerena itu, semua service bank kepeda masyarakat, peralatan canggih yang dimiliki, keterampilan personel dan lain-lainnya, adalah dalam rangka menjalankan peranan selaku perantara keuangan, artinya menjalankan dua fungsi utama bank, yaitu:
a.    Menghimpun dana masyarakat
b.    Memberikan kredit
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa, menejemen dana bank yaitu suatau proses pengelolaan penghimpunan dana-dana masyarakat ke dalam bank dan pengalokasian dana-dana tersebut bagi kepentigan bank dan masyarakat pada umumnya, serta pemupukannya secara optimal melalui penggerakan semua sumber daya yang tersedia demi mencapai tingkat rentabilitas yang memadai sesuai dengan batas ketantuan peraturan yang berlaku.[3]
Ruang lingkup kegiatan manajemen dana bank dengan bertitik tolak dari pengertian dan definisi di atas adalah:
1.    Segala aktifitas bank dalam rangka penghimpunan dana-dana masyarakat.
2.    Aktifitas bank untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan penyediaan uang tunai bagi pemeliharaan kepentingan masyarakat penyimpanan.
3.    Penempatan dana dalam bentuk kredit sebagai usaha pelayanan kebutuhan uang masyarakat dan penempatan dana dalam bentuk-bentuk lain, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
4.    Pengelolaan modal bank agar dapat berfungsi wajar sesuai dengan peranannya selaku penggerak aktivitas.
Aktifitas paling utama dari Direksi Bank adalah manajemen dana-dana baik mengatur dana yang masuk dari masyarakat maupun yang yang dikeluarkan bank. Hal di atas itu sesuai dengan peranan keuangan masyarakat.
Pola pengelolaan dana bank berbeda antara bank yang satu dengan bank yang lain. Bagi bank yang kecil apalagi menganut sistem unit banking, maka pengelolaan dana dipimpin langsung oleh Presiden Direktur Bank didampingi Direktur Dana dan Direktur Kredit.[4]
Bagi bank yang bersekala operasi luas, pengelolaan dana dipimpin oleh Direksi dan dibantu oleh Devisi Pengarah Dana, Devisi Kredit, Devisi Investasi, dan Devisi Corporate Service. Misalnya pelayanan pada Devisi Corporate Service. Pada sejak persiapan nasabah inti dengan jumlah kredit yang besar. Bank telah merencanakan pengembangan usaha dengan jaringan kerja yang terpadu telah dipersiapakan untuk nasabah tersebut. Contoh lainnya misal, bank melihat prospek yang cerah pada bidang usaha nasabah yang bergerak dalam bidang produksi tas kulit.
Pada saat pabrik dipersiapkan melalui kredit investasi, bank telah menyusun program pengembangan nasabah ini. Karena permintaan yang terus meluas di berbagai kota bahkan di berbagai negara, maka jaringan distribusi telah dipersiapkan oleh bank. Begitu pula dengan toko-toko terkenal di berbagai kota besar telah dikontak masing-masing cabang bank untuk menampung pemasaran tas kulit tersebut dengan mengajukan design yang disesuaikan dengan selera konsumen. Bila perlu, bank membantu mengubah lay out show room tas kulit di toko tersebut.  Bank juga mengontak nasabahnya di sektor angkutan darat dan laut untuk memberikan pelayanan khusus. Demikian pula perusahaan ekpedisi. Untuk keperluan ekspor, bank juga mambantu promosi melalui cabang-cabangnya di luar negeri atau bank koresponden serta memberikan fasilitas dan pelayanan khusus kepada bank.[5] Dari semua bentuk pelayanan tersebut bank memperoleh berbagai macam keuntungan antara lain:
Pertama, usaha nasabah akan semakin luas dengan perencanaan produk yang matang dan pemasaran yang terjamin sehingga prospek usahanya baik. Tambahan kredit akan mudah dilakukan sebab degree of risk-nya kecil, sehingga pembayaran bunga akan lancar.
Kedua, usaha nasabah lain disektor angkutan akan semakin baik, sehingga nasabah tersebut akan lancar pebayaran bunga dan penyelesaian kreditnya. Demikian pula toko-toko penjual tas, bertambah omzet penjualannya sehingga akan meramaikan transaksi rekening gironya yang berarti pertambahan dana giro dibeberapa cabang.
Ketiga, melalaui usaha pelayanan corporate ini, banyak usaha pendukung akan ikut maju seperti pabrik penyamakan kulit sintetis dan sebagainya.
Dampak komulatif akan timbul secara berganda yang berarti secara luas akan menambah perputaran rekening giro diberbagai cabang.
Dapat kita bayangkan seandainya setiap cabang BNI ada 10 debitur inti yang dikembangkan dengan pola corporate service, maka diseluruh Indonesia paling sedikit akan ada 3.000 nasabah yang berkembang melalui pelayanan ini. Mengapa demikian? Kiranya perlu dihayati bahwa setiap bank pasti memberikan persyaratan yang khusus bagi nasabah sebelum suatau kredit disetujui dan direalisasikan. Yaitu bank menyaratkan: “perputaran keuangan nasabah harus disalurkan melalui rekening”. Sebagaimana kita ketahui, bank tidak pernah memberikan kredit sebesar 100% dari kebutuhan bisnis nasabah, artinya bank tidak membiayai lagi perusahaan yang telah berjalan. Yang dibiayai bank adalah usaha jasa. Jadi bila bank memberikan kredit sebesar 100 juta, maka perputaran keuangan nasabah yang disalurkan melalui bank akan mencapai 150 juta (100 juta uang krdit dan 50 juta uang sendiri dari usahanya yang lalu). Contoh tersebut berlaku juga pada bank-bank yang lain seperti bank Bumi Daya, Bank Rakyat Indoesia, Bank dagang Negara, dan bank umum lainya yang bersekala luas.


2.    Sumber-sumber Dana Bank
Sebagai lembaga keuangan, maka dana merupakan persoalan bank yang paling utama. Tanpa dana, bank tidak dapat berbuat apa-apa, artinya tidak berfungsi sama sekali.
Dana bank adalah uang tunai yang dimiliki bank atuapun aktiva lancar yang dikuasai bank dan setiap waktu dapat diuangkan.
Uang tunai yagn dimiliki atau pun yag dikuasai bank tidaklah berasal dari uang milik bank itu  sendiri, tapi juga berasal dari uang orang lain, uang pihak lain yang “dititipkan” pada bank dan sewaktu-waktu dapat diambil sekaligus maupun secara berangsur. Berdasarkan pengalaman di lapangan, uang bank sendiri yang berasal dari modal dan cadangan modal hanya sebesar 7 sampai 8% dari total aktiva bank. Di Indonesia, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, tercatat bahwa jumlah modal dan cadangan modal di bank yang besar hanya 4% dari total aktiva. Hal ini berarti sebagian besar modal kerja bank berasal dari dana dan pihak-pihak lain di luar bank. Seperti, dana masyarakat, dana dari bank dan lembaga keuangan lainnya serta dana dari pinjaman likuiditas dari bank sentral.[6]
Sebenarnya dalam prinsip ilmu manajemen modern, suatu badan usaha yang dianggap sukses dalam konstelasi perekonomian dan perdagangan, adalah badan usaha yang dapat secara optimal memanfaatkan dana permodalan dari sumber luar. Misalnya bagi perusahaan industri di mana modal usaha yang terbesar adalah justru berasal dari KREDIT BANK, di mana modalnya sendiri hanya berkisar 10 sampai 20% saja.



Dana-dana bank yang digunakan sebagai modal operasional bersumber dari:
a.    Dana dari modal sendiri (sering disebut juga sebagai dana dari pihak pertama, yaitu dana dari modal bank sediri yang berasal dari para pemegang saham).
b.    Dana pinjaman dari pihak luar (sering disebut dengan dana dari pihak ke II).
c.    Dana dari masyarakat (sering disebut denga dana dari pihak ke III).

a.    Dana Dari Modal Sendiri (Dana Dari Pihak Pertama)
Dana dari modal sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham Bank, yaitu pemilik bank. Dalam neraca bank, dana sendiri itu tertera dalam rekening Modal dan cadangan yang tercantum pada sisi pasiva.[7]
Dana sendiri tediri dari:
1.    Modal yang disetor, yaitu jumlah uang yang disetor secara aktif oleh para pemegang saham pada saat bank berdiri.[8]
2.    Cadangan-cadangan, yaitu sebagian dari laba bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutupi timbulnya resiko dikemudian hari.
3.    Laba yang ditahan, yang mestinya milik para pemegang saham, tapi oleh mereka diputuskan untuk tidak dibagi dan dimasukan kembali dalam modal kerja.



b.    Dana Pinjaman dari Pihak Luar
Dana dari pihak kedua yaitu pihak yang memberikan pinjaman dana pada bank  terdiri dari 4 pihak, yaitu:
1.    Pinjaman dari bank-bank lain yang dikenal dengan call money yaitu pinjaman harian antar bank. Pinjaman ini biasanaya diminta bila ada keperluan mendesak yang dilakukan bank.[9]
2.    Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lain di luar negeri yang biasanya berbentuk pinjaman jangka menengah panjang.[10]
3.    Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank, yaitu biasanya benar-benar berbentuk pinjaman atau kredit.
4.    Pinjaman dari bank sentral (BI). Untuk membiayai usaha masyarakat yang tergolong prioritas, apalagi yang berprioritas tinggi seperti kredit investasi pada sektor-sektor yang harus ditunjang sesuai dengan petunjuk pelita kredit produksi dan modal kerja, maka bank Indonesia memberikan bantuan dana yang disebut dengan nama Kredit Likuiditas.
Pemberian kredit likuiditas untuk proyek prioritas pembangunan telah memberikan angin segar bagi kalangan perbankan semenjak tahun 1969, yaitu sejak pertama kali pemerintah memberikan kredit investasi. Hal ini dikarenakan porsi kredit likuiditas adalah  yang terbesar dari suatu pembiayaan proyek.

c.    Dana dari Masyarakat
Bank merupakan pelayanan masyarakat dan wadah perantara keuangan masyarakat. Karena itu bank harus selalu berada ditengah masyarakat agar arus uang dari masyarakat yang kelebihan dana dapat ditampung dan disalurkan pada masyarakat yang kekurangan.
Dana-dana dari masyarakat yang disimpan dalam bank adalah merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan bank dan terdiri dari 3 jenis, yaitu:

(a). Giro (Demand Deposits)
Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahanbukuan. Dalam pelaksanaan tata usaha giro dilakukan melalui suatu Rekening Koran[11].
Perkembangan rekening giro pada bank tidak hanya melulu berdasarkan kepentingan bank semata-semata, tapi juga kepentingan masyaakat modern. Karena gira merupakan uang giral yang juga digunakan sebagai alat pembayaran, yaitu melalui penggunaan cek. Salah satu segi yang amat penting dalam peningkatan jumlah pemegang giro adalah kepercayaan masyarakaat terhadap bank tersebut dan pelayanan yang menyenangkan nasabah.[12]
Melalui pelayanan yang baik dan menyenangkan serta tempat nasabah yang nyaman, banyak pemegang rekening baru akan berdatangan setelah mendengar cerita teman-temannya tentang pelayanan yang ramah dan memuaskan.

(b). Deposito (Time Deposits)
Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dan bank yang bersangkutan.
Berbeda dengan giro, dana deposito akan mengendap pada bank karena para pemegangnya tertaraik dengan tawaran bunga yang diajukan bank. Disamping keyakinan para deposen bahwa pada saat jatuh tempo, bila dia tidak ingin memperpanjang, dana tersebut tersedia kembali.[13]
Dewasa ini ada 2 macam deposito berjangka yaitu:
a.    Deposito berjangka Inpres, yaitu deposito berjangka yang disimpan pada bank Umum milik Negara dan bank pembangunan milik Negara.
b.    Deposito berjangka lainnya, yaitu di luar inpres di atas. Yang ternasuk dalam kategori ini yaitu deposito pada bank umum swasta nasional dan sebagainya.

(c). Tabungan (Saving)
Tabungan merupakan simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu. Saat ini ada 4 macam tabungan yang diselenggarakan bank, yaitu:
a.    Tabanas (Tabungan Pembangunan Nasional)
Ialah bentuk tabungan yang tidak terikat oleh jangka waktu dengan syarat penyetoran dan pengambilan. Tabanas terdiri dari:
1)    Tabanas Umum
2)    Tabungan pemuda, pelajar dan pramuka
3)    Tabungan pegawai, yaitu Tabanas khusus untuk para pegawai dari semua golongan kepangkatan.
b.    Taska, yaitu tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa.[14]
c.    Tabungan ONH, yaitu setoran ongkos naik haji atas nama calon jemaah haji untuk setiap musim haji yang bersangkutan.[15]
d.    Tabungan lainnya yaitu tabungan selain Tabanas dan Taska, misalnya tabungan dari pegawai bank sendiri yang bukan Tabanas atau Taska pada bank lainnya.

Selain dari 3 macam bentuk dana dari pihak ketiga di atas, masih ada lagi beberapa macam dana dari pihak ketiga lainya yang diterima bank. Namun dana-dana tersebut sebagian besar berbentuk dana sementara yang susah di susun perencanaannya. Misalnya setoran jaminan yaitu dana untuk setoran jaminan L/C dan untuk jaminan bank. Dana-dana ini bersifat sementara saja dan pada saatnya tidak lagi berada pada bank yang masuk dalam kategori dana dari pihak ketiga lainya yaitu sertifikat bank yang dapat diperdagangkan dalam Pasar Uang.[16]

3.    Alokasi Dana Bank
Dari berbagai sumber dana yang berhasil dihimpun bank, sudah selayaknya bank mempersiapkan strategi penempatan dana berdasarkan rencana alokasi dengan memperhatikan kebijaksanaan yang telah digariskan. Alokasi ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
a.    Mencapai tingkat profitabilitas yang cukup
b.    Mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menjaga agar posisi likuiditas tetap aman.
Dengan menggabungkan dua keinginan di atas, maka alokasi dana bank harus diarahkan sedemukian rupa agar pada saat yang diperlukan, agar semua kepentingan nasabah dapat terpenuhi. Artinya, bank harus menjaga agar para nasabah tidak merasa kecewa atas pelayanan dan ketepatan pelayanan bank.
Alokasi dana-dana bank, pada dasarnya dibagi dalam dua bagian penting dari aktiva bank, yaitu:
a.    Aktiva yang tidak menghasilkan
b.    Aktiva yang menghasilkan
Aktiva yang tidak menghasilka terdiri dari:
Ø  Primary Reserve
Ø  Penanaman dana dalam Aktiva Tetap dan Investasi
Aktiva yang menghasilkan terdiri dari:
Ø  Secondary Reserve
Ø  Kredit
Ø  Investasi jangka pendek dan jangka panjang

Pola dari manajemen bank yang mengatur pengalokasian dana, pada dasarnya adalah usaha Bank untuk memaksimalkan dana yang ada agar produktif dan menghasilkan. Di samping dana yang ditanam dalam bentuk peralatan kantor maupun perkantoran sebagai alat untuk tetap manjamin kemegahan dan kepercayaan masyarakat.[17]
Dalam rangka melihat bagaimana penghimpunan dana dan bagaimana pengalokasiannya, maka ada 2 teori yang perlu diperhatikan.
Pertama, Pool Of Founds, yaitu dengan melihat sumber-sumber dana dan penempatannya.
Kedua, Assets Allocation Approach, yaitu penempatan dana-dana ke dalam Aktiva. Hal ini berkaitan erat dengan Manajemen Aktiva Bank.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Sebagai lembaga keuangan Negara, bank memegang peranan penting dalam kemujaun ekonomi suatu Negara. Untuk mencapai kesuksesan, bank tentunya membutuhkan manajemen dana bank. Manajemen dana bank yaitu suatu proses pengelolaan penghimpunan dana-dana masyarakat ke dalam bank dan pengalokasian dana-dana tersebut.
Bank memerlukan modal yang besar. Modal-modal tersebut berasal dari bebagai sumber, diantaranya yaitu:
1.    Dana dari modal sendiri (Dana dari Pihak Pertama)
2.    Dana pinjaman dari pihak luar (dana pihak kedua)
3.    Dana dari masyarakat (dana dari pihak ketiga)
Dana-dana yang telah diperoleh bank, kemudian digunakan untuk kepentingan kegiatan bank dalam rangka mencapai kesuksesan. Pengalokasian dana tersebut yang akan bepengaruh terhadap keberhasilan bank. Tujuan pengalokasian dana bank yaitu:
1.    Mencapai tingkat profitabilitas yang cukup
2.    Mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menjaga agar posisi likuiditas tetap aman.


[1] Financial Intermediary yaitu perantara keuangan yang menimbulkan aliran dana atau sering disebut dengan istilah Bank.
[2] Kunci kesuksesan Manajemen Bank yaitu melayani sebaik-baiknya mereka yang kelebihan uang dan menyimpan uangnya dalam bentuk giro, deposito dan tabungan serta melayani kebutuhan uang masyarakat melalui pemberian kredit.
[3] Drs. Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank (Jakarta: Bumi Aksara, 1992) hal. 79
[4]Bagi bank yang besar seperti Bank Negara Indonesia 1946, maka pola manajemennya diatur oleh sekelompok pimpinan yang diperkuat oleh staf ahli yang menguasai teknik-teknik perhimpunan dana dan penempatan dana yang tepat.
[5] Drs. Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank (Jakarta: Bumi Aksara, 1992) hal. 82
[6] Drs. Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank (Jakarta: Bumi Aksara, 1992) hal. 84
[7] Drs. Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank (Jakarta: Bumi Aksara, 1992) hal. 85
[8] Pada umumnya modal setoran pertama dari pemilik bank ini sebagian dipergunakan bank untuk sarana perkantoran, peralatan kantor dan promosi untuk menarik minat masyarakat.
[9]Kadang ada yang meminjam hanya satu malam saja sehingga disebut dengan overnight call money.
[10] Realisasi pinjaman ini harus melalui persetujuan Bank Indonesia.
[11] Rekening Koran yaitu laporan bulanan dari pihak bank kepada pemegang rekening giro, yang berisi informasi tentang transaksi yang dilakukan bank terhadap rekening tersebut selama 1 bulan.
[12] Drs. Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank (Jakarta: Bumi Aksara, 1992) hal. 89
[13] Drs. Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank (Jakarta: Bumi Aksara, 1992) hal. 90
[14] Taska pertama kali diatur tahun 1971
[15]Besarnya ONH setoran-setoran di muka berdasarkan prinsip diskonto untuk setiap musim haji, ditetapkan untuk pertama kalinya dengan Keppres Tahun 1969
[16] Drs. Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank (Jakarta: Bumi Aksara, 1992) hal. 92
[17] Drs. Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank (Jakarta: Bumi Aksara, 1992) hal. 94
Share:

2 komentar:

  1. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Mia.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 JUTA) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com dan miss Sety yang saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia dia juga mendapat pinjaman dari Ibu Cynthia baru Anda juga dapat menghubungi dia melalui email nya: arissetymin@gmail.com Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.

    BalasHapus
  2. Aku indriaty manirjo, saya ingin bersaksi pekerjaan yang baik dari Allah dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari untuk pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka orang yang mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban dari suatu 6-kredit pemberi pinjaman penipuan, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari utang saya sendiri, sebelum aku rilis dari penjara dan teman yang saya saya menjelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya ke perusahaan pinjaman reliabl yang MAGRETSPENCERLOANCOMPANY. Saya mendapat pinjaman saya Rp850,000,000 dari MAGRETSPENCERLOANCOMPANY sangat mudah dalam 24 jam yang saya diterapkan, Jadi saya memutuskan untuk berbagi pekerjaan yang baik dari Allah melalui MAGRETSPENCERLOANCOMPANY dalam kehidupan keluarga saya. Saya meminta nasihat Anda jika Anda membutuhkan pinjaman Anda lebih baik kontak MAGRETSPENCERLOANCOMPANY. menghubungi mereka melalui email:. (magretspencerloancompany@gmail.com)
    Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (indriatymanirjo010@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman.

    BalasHapus

Socialize

Random posts

3/randomposts

BTemplates.com

3/recentposts
Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

Total Pageviews

Cari Blog Ini

Blog Archive

Breaking

Facebook

[recent]