Random Posts

randomposts

Minggu, 28 April 2013

Pangan dan Perbaikan Gizi


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengairan, pangan dan perbaikan gizi merupakan beberapa bidang yang masuk dalam pembangunan di Indonesia. Ketiga biding tersebut ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Pemerintah sebagai kalangan pengatur memiliki peran yang sentral terhadap keberhasilan pembangunan Nasional. Sumbangan pemerintah dalam pembangunan berupa kebijaksaan yang ditujukan agar semua sasaran dapat tercapai secara penuh.
Upaya pembangunan dalam segala bidang tersebut tidak lah mudah untuk mencapai titik keberhasilan 100%. Banyak kendala-kendala yang harus dihadapi. Meskipun demikian, pemerintah juga harus memperhatikan faktor-faktor pendukung pembangunan tersebut, agar bisa memanfaatkan faktor pendukung tersebut secara optimal.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa sasaran utama pembangunan dalam bidang pengairan, pangan dan perbaikan gizi?
2.      Apa kebijakan pemerintah untuk mencapai sasaran pembangunan tersebut?
3.      Apa saja faktor penghambat pembangunan?
4.      Apa saja faktor pendukung dalam pembangunan tersebut?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui sasaran utama pembangunan dalam bidang pengairan, pangan dan perbaikan gizi.
2.      Agar mengetahui kebijakan pemerintah untuk mencapai sasaran dalam pembangunan.
3.      Untuk mengetahui faktor penghambat pembangunan.
4.      Untuk mengetahui faktor pendukung dalam pembangunan.
BAB II
PEMBAHASAN

1.      Sasaran Utama Pembangunan
a.       Bidang Pengairan
Pembangunan pengairan adalah segala usaha mengembangkan pemanfaatan, pelestarian, dan perlindungan air beserta sumbernya dengan perencanaan yang terpadu dan serasi guna mencapai manfaat sebesar-besarnya dalam memenuhi hajat hidup dan peri kehidupan rakyat. Pemanfaatan dan pengaturan air serta sumber­-sumbernya meliputi usaha penyediaan dan pengaturan air guna menunjang pengembangan permukiman, pembangunan pertanian, kehutanan, industri, pariwisata, dan kelistrikan; pengaturan penye­diaan air minum, air perkotaan, air industri; dan pengendalian banjir, pencegahan terhadap pencemaran atau pengotoran air, serta pengembangan daerah rawa.
Sasaran utama dalam bidang pengairan antara lain:
1)      Terwujudnya penyediaan air yang cukup dan merata bagi kelangsungan kehidupan manusia dan keberlanjutan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dicerminkan oleh tersedianya air baku yang cukup bagi setiap penduduk dan kualitas yang aman bagi kesehatan masyarakat
2)      Terwujudnya sistem alokasi air secara efisien dan efektif serta adil, baik antar sektor, di dalam tiap­-tiap sektor maupun antar wilayah sehingga meningkatkan produk­tivitas pemanfaatan sumber daya air.
3)      Terpe­liharanya kelestarian sumber air dan meningkatnya kualitas lingkungan hidup.
4)      Memadainya penyediaan air bagi permukiman, pertanian, industri, pariwisata, kelistrikan, dan keperluan lainnya.
5)      Sasaran selanjutnya adalah meningkatnya peran serta masyarakat di dalam pembangunan pengairan dan terciptanya tatanan kelembagaan pengairan yang andal.

b.      Bidang Pangan
Sasaran utama dalam bidang ini antara lain:
1)      Terwujudnya ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga, yang antara lain tercermin dari tersedianya pangan yang cukup dan terjangkaunya harga pangan oleh masyarakat, dan terwujudnya diversifikasi konsumsi pangan, yang tercermin dari tersedianya berbagai komoditas  pangan dan pangan olahan.
2)      Terjaminnya keamanan pangan yang dicirikan oleh terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan tidak sesuai dengan keyakinan masyarakat. Sasaran tersebut didukung oleh mantapnya kelembagaan pangan yang dicirikan oleh meningkatnya pelayanan dan koordinasi tentang penyediaan pangan, kebijaksanaan harga dan distribusi pangan, serta pengem­bangan industri pangan.
3)      Makin mantapnya ketahanan pangan yang dicirikan oleh terpeliharanya kemantapan swasembada pangan secara dinamis. Artinya secara keseluruhan selama Repeli­ta VI, swasembada pangan khususnya beras dapat dipelihara dengan produksi dalam negeri. Apabila pada tahun tertentu oleh karena kondisi obyektif persediaan beras di dalam negeri tidak mencukupi, maka dimungkinkan untuk impor beras. Sebaliknya, dalam keadaan berlebih dimungkinkan untuk ekspor. Selain itu, ketersediaan energi, baik yang berasal dari karbohidrat maupun dari protein hewani juga meningkat.
4)      Terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Hal ini tercer­min oleh meningkatnya pengetahuan dan kesadaran produsen terhadap bahan pangan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat, dan tidak sesuai dengan keyakinan masyarakat.
5)      Sasaran selanjutnya dari pembangunan pangan adalah makin mantapnya kelembagaan pangan, yang antara lain dicerminkan oleh adanya peraturan perundangan yang mengatur keamanan pangan, yang juga dapat memberikan dasar hukum yang lebih mantap bagi pelaksanaan koordinasi pembangunan pangan.
c.       Bidang perbaikan Gizi
Sasaran Utama dalam bidang perbaikan gizi antara lain:
1)      Terwujudnya kesadaran gizi yang tinggi di masyarakat yang antara lain tercermin dari pola konsumsi pangan masyarakat yang beraneka ragam dan bermutu gizi seimbang; dan tercapainya penurunan penyakit bukan infeksi akibat gizi lebih seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker sampai pada tingkat yang serendah mungkin sehingga tidak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berarti.
2)      Turunnya berbagai jenis penyakit gizi-kurang terutama pada bayi, anak balita, dan ibu hamil sehingga tidak lagi menjadi masalah gizi masyarakat.
3)      Tercapainya konsumsi rata-rata energi dan protein per orang per hari sebesar 2.150 kilokalori dan 46,2 gram protein. Untuk itu, di masyarakat tersedia pangan yang cukup dengan mutu gizi rata-rata per orang per hari 2.500 kilokalori dan 55 gram protein. Guna memenuhi pedoman umum gizi seimbang, dari 55 gram protein tersebut, 15 gram berasal dari protein hewani yang terdiri atas 9 gram pro­tein ikan dan 6 gram protein yang berasal dari ternak.
4)      Meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang gizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup manusia, serta meningkatnya peran serta aktif masyarakat terutama di pedesaan.

2.      Kebijakan Dalam Pembangunan
a.       Bidang Pengairan
Kebijakan pemerintah dalam pembanguanan di bidang pengairan adalah:
1)      Pemantapan Prasarana Pengairan
Kebijaksanaannya yaitu mengembangkan sistem operasi dan pemeliharaan termasuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memelihara prasarana pengairan, membantu mencegah pengalihan areal pertanian produktif untuk pemanfaatan lainnya, menggunakan iptek yang mampu memberikan nilai tambah air yang tinggi, mencegah menurunnya mutu air, dan menjaga kelestarian sumber air.
2)      Peningkatan Pemanfaatan Sumber Daya Air
Untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya air, kebijaksanaannya adalah mengalokasikan air antar sektor dan di dalam masing-masing sektor serta antar wilayah secara efisien dan adil, menggali potensi sumber air baru, menyempurnakan sistem investasi di bidang pengairan termasuk peningkatan penyediaan dana investasi, serta meningkatkan pemanfaatan air dengan cara daur ulang.
3)      Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup
Kebijaksanaan untuk mengendalikan kerusakan lingkungan hidup adalah memelihara fungsi tanah dan air, mengembangkan tata ruang dan tata guna air sesuai dengan daya dukung lestari, mengembangkan iptek konservasi tanah dan air, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peranan sumber daya air untuk memelihara lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat, serta menata persebaran penduduk. Selain itu mengembangkan dan menerapkan sistem insentif yang mendorong konservasi sumber daya air.
4)      Pemantapan Kelembagaan Pengairan
Kebijaksanaan untuk memantapkan kelembagaan pengairan adalah meningkatkan pendayagunaan organisasi perkumpulan pemakai air, meningkatkan peranan koperasi di perdesaan/KUD dalam pengelolaan sumber daya air, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang pengelolaan sumber daya air, dan meningkatkan penguasaan dan penerapan iptek. Selanjutnya menata dan menyusun kembali peraturan perundang-undangan untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air, serta menumbuhkan dan memasyarakatkan sikap hemat penggunaan air dan mengembangkan sistem informasi tentang sumber daya alam, terutama tanah dan air.



b.    Bidang Pangan
Kebijakan dalam bidang pangan antara lain:
1)      Peningkatan Ketahanan Pangan
Kebijaksanaan peningkatan ketahanan pangan bertujuan untuk menjamin tersedianya pangan yang adil dan merata di tingkat masyarakat, rumah tangga dan perseorangan, sesuai dengan kemampuan daya beli sehingga terpenuhi kebutuhan gizinya. Kebijaksanaan ini ditempuh dengan memelihara kemantapan swasembada pangan, meningkatkan efektivitas dan efisiensi distribusi pangan.
2)      Diversifikasi Konsumsi Pangan
Kebijaksanaan untuk meningkatkan diversifikasi konsumsi pangan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola pangan yang beraneka ragam untuk meningkatkan mutu gizinya.
3)   Peningkatan Keamanan Pangan
Kebijaksanaan peningkatan keamanan pangan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pangan yang berbahaya bagi kesehatan dan bertentangan dengan keyakinan masyarakat. Kebijaksanaan tersebut terutama berupa upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketaatan produsen untuk memenuhi ketentuan yang ada mengenai cara produksi yang baik sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan.

c.    Bidang perbaikan gizi
Kebijakan yang diberikan antara lain:
1)      Penyuluhan Gizi Masyarakat
Perhatian lebih besar diberikan pada penyuluhan gizi masyarakat yang merupakan kegiatan pokok dalam upaya mening­katkan keadaan gizi penduduk. Pada penyuluhan gizi masyarakat perhatian utama' diberikan pada upaya pencegahan dan penanggu­langan masalah gizi-salah yang meliputi masalah gizi-kurang dan gizi-lebih antara lain melalui penganekaragaman pola konsumsi pangan.

2)   Pengelolaan Upaya Perbaikan Gizi
Produktivitas dan efisiensi pengelolaan upaya perbaikan gizi ditingkatkan, antara lain melalui peningkatan jumlah dan mutu tenaga gizi yang profesional untuk berbagai jenjang dan tingkatan; peningkatan kegiatan penelitian unggulan di bidang pangan dan gizi; pengembangan penerapan teknologi pangan pascapanen untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang beraneka ragam dan bergizi; dan pengefektifan koordinasi berbagai kegiatan upaya perbaikan gizi dalam sektor-sektor pertanian, industri, perda­gangan, kesehatan, kependudukan dan keluarga sejahtera, pendi­dikan, agama dan lainnya.
3)   Meningkatkan kegiatan peneitian unggulan di bidang pangan dan gizi.
4)   Meningkatkan kemitraan antara pemerintah dengan swasta dalam upaya perbaikan gizi masyarakat.

3.    Faktor Penghambat Pembagunan
a.    Bidang pengairan
Faktor penghambat dalam bidang pengairan adalah sebagai berikut:
1)      Berkurangnya daya dukung lingkungan terhadap penyediaan sumber air. Pemanfaatan dan pengusahaan hutan yang belum terkendali secara efektif serta gangguan stabilitas pada palung sungai sebagai akibat penggalian pasir telah menghalangi pelestarian sumber air.
2)      Keadaan sosial ekonomi, yang dicerminkan oleh rendahnya kemampuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sumber daya alam dan perbaikan lingkungan hidup.
3)      Meningkatnya pencemaran pada sumber air dari limbah industri, rumah tangga, dan limbah berbahaya serta beracun lainnya.
4)      Rendahnya rata-rata tingkat pendidikan dan pengetahuan para petani sebagai pemakai air terbesar. Hal ini menghambat petani untuk memanfaatkan air secara efisien.


5)      Rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pengairan yang menghambat peningkatan perencanaan pengembangan sumber daya air, yang terpadu dengan pengembangan wilayah, terutama untuk permukiman dan pengembangan industri.

b.      Bidang Pangan
Faktor-faktor penghambat dalam pembangunan ini antara lain:
1)      Penguasaan iptek pertanian yang masih terbatas pada komoditas tertentu, khususnya padi.
2)      Kurangnya prasarana irigasi dan sistem transportasi serta kurang­-nya sarana dan prasarana pertanian pangan nonpadi, khususnya bibit unggul dan prasarana irigasi untuk 'pengembangan usaha ternak dan perikanan tambak.
3)      Usaha pertanian pangan, termasuk perikanan laut, masih didominasi oleh kelembagaan usaha tani yang bersifat tradisional dengan skala usaha tani relatif kecil dan modal terbatas. Hal ini  erat hubungannya dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia.
4)      Kemampuan petani, nelayan, dan pelaku ekonomi masih terbatas untuk memanfaatkan sumber daya alam secara optimal.
5)      Rendahnya penguasaan teknologi pemuliaan dan makanan ternak serta iptek budi daya perikanan laut dan darat menyebabkan biaya produksi pangan sumber protein masih tinggi.

c.       Bidang Perbaikan gizi
Dalam bidang ini terdapat beberapa faktor penghambat, diantaranya:
1)      Kemiskinan menghalangi kemampuan masyarakat untuk memperoleh pangan yang baik dan bermutu gizi. Di samping itu, tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah menyebab­- kan masyarakat kurang dapat memanfaatkan segala potensi yang ada di lingkungan rumah tangga, seperti potensi lahan pekarangan, sebagai sumber pendapatan, dan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
2)      Adat dan kebiasaan yang terkait dengan pola pangan antar anggota keluarga yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
3)      Ketersediaan sayuran dan buah­buahan, serta tingkat harganya belum mampu mencukupi kebu­tuhan gizi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah.
4)      Cakupan pelayanan kesehatan dasar, termasuk imunisasi dan pelayanan gizi untuk ibu dan anak, juga masih belum merata khususnya di daerah-daerah terpencil, desa tertinggal, di daerah transmigrasi, dan daerah kumuh di kota.

4.      Faktor Pendukung Pembangunan Nasional
a.       Bidang Pengairan
Yang termasuk faktor pendukung bidang ini adalah:
1)      Tersedianya prasarana fisik pengairan dan pengalaman dalam mengelola sumber daya air.
2)      Berkembangnya kelembagaan dan kemampuan masya­rakat di perdesaan dalam pengelolaan air memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pemanfaatan air sebagai sumber daya yang langka.
3)      Kekayaan alam Indonesia yang dicirikan oleh luasnya daratan dan tingginya curah hujan merupakan faktor pendukung pengembangan sumber daya air. Hal ini meningkatkan peluang pembangunan pengairan untuk mendukung pengembangan wilayah, permukiman, dan meningkatkan penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pertanian, industri, pariwisata, dan kelistrikan
4)      Meningkatnya kualitas sumber daya manusia memberikan peluang yang besar untuk menggali dan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam.

b.      Bidang Pangan
Ada beberapa faktor pendukung yang dapat memperlancar pembangunan dalam bidang ini. Faktor tersebut antara lain:
1)      Pembangunan ekonomi yang disertai pengendalian laju pertumbuhan penduduk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Pembangunan ekonomi juga meningkatkan ketahanan pangan dan keamanan pangan. Meningkatnya daya beli dan penye­diaan pangan berpengaruh terhadap usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia.
2)      Peluang untuk meningkatkan ketangguhan sistem pertanian pangan masih cukup besar, karena sumber daya alam yang dimiliki Indonesia masih belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.
3)      Sumber daya kelautan memiliki potensi penghasil pangan yang besar untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.
4)      Buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, ternak, dan komoditas pangan lainnya dapat dihasilkan dari agroekosistem lahan kering.
5)      Kemajuan dalam penguasaan iptek pertanian menciptakan peluang-peluang yang lebih besar untuk memperkukuh sistem pangan.
6)      Telah adanya lembaga pemerintah yang menangani masalah pangan memberikan peluang bagi peningkatan koordinasi kebijaksanaan pembangunan pangan.

c.       Bidang perbaikan gizi
Dalam membangun perbaikan gizi di Indonesia, terdapat beberapa faktor pendukung, diantaranya yaitu:
1)      Dengan makin melembaganya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS), serta mengecilnya jumlah anggota dalam keluarga akan meningkatkan peluang untuk perbaikan derajat gizi keluarga.
2)      Meningkatnya pendidikan keluarga terutama wanita akan berpengaruh terhadap kemampuan keluarga dalam membina dan memelihara kesehatan dan pengaturan gizi.
3)      Kegiatan penyuluhan gizi melalui berbagai media yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi akan dapat diterima lebih cepat oleh masyarakat.
4)      Makin baiknya koordinasi berbagai upaya pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah, akan mening­katkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program perbaikan gizi.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Sasaran utama dalam bidang  pengairan adalah terwujudnya penyediaan air yang cukup dan merata,  terwujudnya sistem alokasi air secara efisien dan efektif serta adil dan terpe­liharanya kelestarian sumber air dan meningkatnya kualitas ling­kungan hidup. Sasaran dalam bidang pangan dan perbaikan gizi adalah tercukupinya tingkat gizi masyarakat serta terwujudnya masayarakat yang bebas dari berbagai penyakit, termasuk kekurangan gizi.
Peran pemerintah demi kesuksesan pembangungan nasional sangat penting. Pemerintah harus memiliki kebijakan yang dapat membuat pembangunan dalam segala bidang dapat berjalan lancar. Baik kebijakaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam menjalankan perannya, pemerintah harus tetap memperhatikan faktor-faktor yang ada. Baik faktor penghambat maupun pendukung. Salah satu faktor penghambat dalam bidang pengairan adalah banyaknya pencemaran terhadap sumber air, sehingga persediaan air bersih berkurang. Faktor penghambat dalam bidang pangan dan perbiakan gizi yaitu kemampuan para petani dan nelayan dalam manyediakan kebutuhan pangan masih sangat rendah serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebutuhan gizi.
Selain faktor penghambat, ada bebrapa faktor yang dapat mendukung pembangunan. Faktor pendukung dalam bidang pengairan yaitu kekayaan alam yang dimiliki oleh negara Indinesia, serta tingginya curah hujan. Kemudian dalam bidang pangan dan perbikan gizi terdapat pula faktor pendukung. Faktor tersebut antara lain sumber daya laut memiliki kekayaan pengan yang dapat memenuhi kebutuhan protein hewani serta meningkatnya pendidikan keluarga dalam memelihara kesehatan dan pengaturan gizi.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Socialize

Random posts

3/randomposts

BTemplates.com

3/recentposts
Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

Total Pageviews

Cari Blog Ini

Blog Archive

Breaking

Facebook

[recent]